Ilmu yang Bermanfaat

"Mohon doanya semoga menjadi ilmu yang bermanfat. Mari Jangan Sembunyikan Ilmu, kita sharing disini."
Tampilkan postingan dengan label graph. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label graph. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2010

Dynamic Chart lewat Menu Scroll Bar






























Salah satu contoh penggunaan grafik ini adalah misal anda ingin mengetahui progres produksi 6 bulanan dibandingkan dengan targetnya
Dengan adanya menu Scrollbar anda dapat menggeser periode bulannya.
Sebagai contoh grafik di atas menunjukkan target vs produksi Feb'08 - Jul'08

Langkah-langkah untuk membuatnya adalah sebagai berikut:
  1. Definisikan terlebih dahulu range "Periode_Produksi", "Target", dan "Produksi"
    Insert > Name > Define
    Names in workbook: Periode_Produksi
    Refers to : =OFFSET($A$5,$D$5,0,$E$5,1)
    kemudian
    Names in workbook: Target
    Refers to : =OFFSET($B$5,$D$5,0,$E$5,1)
    kemudian
    Names in workbook: Produksi
    Refers to : =OFFSET($C$5,$D$5,0,$E$5,1)

  2. Buatlah Line Chart
    Pada Source Data, pilih Series. Definisikan series sebagai berikut:
    Name: ="Produksi"
    Values: =dynamic.xls!Produksi (jika nama filenya adalah dynamic.xls)
    Category (X) axis labels: =dynamic.xls!Periode_Produksi
    selanjutnya buatlah series yang kedua
    Name: ="Target"
    Values: =dynamic.xls!Target

  3. Buatlah Scroll Bar dari toolbar Form
    Copy-kan kedalam grafik dan pada tab Control formatlah sebagai berikut:
    Minimum value: 0
    Maximum value: 18 (karena hanya ada 24 periode maka maximum valuenya = 24-periode = 24-6=18)
    Cell link: D5

  4. Jika anda menginginkan angka pada H5 tidak terlihat, maka:
    Format Cell > Number > Custom
    Pada Type ketikkan ;;;

Untuk mendownload selengkapnya dapat di klik pada link berikut:


Sumber: Andy Pope

Dynamic Chart lewat Menu Drop-Down List








Jika kita merasa kesulitan untuk membuat grafik yang enak dibaca dengan data seperti tabel di atas maka Dynamic Chart mungkin dapat menjadi salah satu alternatif bagi anda.











Pada menu Drop_Down List anda dapat memilih nama mahasiswa sehingga dapat anda bandingkan dengan nilai rata-rata kelas.
Langkah-langkah untuk membuatnya adalah sebagai berikut:

  1. Definisikan terlebih dahulu range "Nama_Mahasiswa" dan "Nilai"
    Insert > Name > Define
    Names in workbook: Nama_Mahasiswa
    Refers to : =OFFSET($B$4,$H$5,0,1,1)
    kemudian tambahkan
    Names in workbook: Nilai
    Refers to : =OFFSET($B$4,$H$5,1,1,5)

  2. Buatlah Column Chart
    Pada Source Data, pilih Series. Definisikan series sebagai berikut:
    Name: =dynamic.xls!Nama_Mahasiswa (jika nama filenya adalah dynamic.xls)
    Values: =dynamic.xls!Nilai
    Category (X) axis labels: =C4:G4
    selanjutnya buatlah series yang kedua
    Name: Rata-rata
    Values: =C12:G12
    Tambahkan judul pada grafik.
    Chart Title: Grafik

  3. Buatlah Combo Box dari toolbar Form
    Copy-kan kedalam grafik dan pada tab Control formatlah sebagai berikut:
    Input range: B5:B11
    Cell link: H5
    Untuk memilih nama mahasiswa anda tinggal memilihnya pada menu Drop-Down List

  4. Modifikasi grafik sesuai dengan keinginan anda.
    Jika ingin memberikan judul grafik yang bisa berubah sesuai dengan Nama_Mahasiswa yang kita pilih, maka:
    Gunakan fungsi Concacenate atau "&" pada cell yang kosong, misal di B14
    Ketikkan : =CONCATENATE("Hasil Tes dari ",INDEX(B5:B11,H5))
    atau ="Hasil Tes dari "&INDEX(B5:B11,H5)
    Klik pada Chart Title kemudian ketik = kemudian klik B14 dan tekan Enter

  5. Jika anda menginginkan angka pada H5 tidak terlihat, maka:
    Format Cell > Number > Custom
    Pada Type ketikkan ;;;
Untuk mendownload selengkapnya dapat di klik pada link berikut:


Sumber: Andy Pope

Thermometer Chart




















Langkah-langkah untuk membuat Thermometer Chart:
  1. Buatlah column chart dari tabel diatas, ubahlah grafik dari column ke row.
    Sehingga terbentuk grafik dengan 4 series, yaitu: Holder, Mercury, Bulb, Frame.
  2. Ubahlah axis dari series Holder ke dalam Secondary Axis, sehingga muncul 2 axis.
  3. Ubahlah axis dari series Mercury ke dalam Secondary Axis.
  4. Pada series Holder settinglah Overlapnya = 100.
    Format Data Series > Options > Overlap : 100.
  5. Pada series Frame settinglah Overlapnya = 100 dan Gap Width = 0
  6. Pada Primary Y Axis lakukanlah Format Axis> Scale:
    • Minimum = 0, Maximum = 140, Major Unit = 10, Minor Unit = 5
    • Format Axis > Patterns > Lines > None
  7. Pada Seconday Y Axis lakukanlah Format Axis> Scale:
    • Minimum = 0, Maximum = 140, Major Unit = 10, Minor Unit = 5
      • Format Axis > Patterns > Lines > None
    • Pada X Axis lakukanlah Format Axis > Patterns
      • Lines : None; Tick mark labels : None
    • Hilangkanlah Legend
      Aturlah panjang dan lebar dari Plot Area supaya pada Chart Area-nya agar bisa maksimum.
      Aturlah lebar Chart Area.
      Aturlah Gap Width dari series Holder untuk mengatur jarak termometer dengan skala.
      Aturlah ukuran Font dari Primary dan Secondary Axis.
    • Untuk menghilangkan nilai yang negatif maka lakukanlah Format Axis pada primary maupun secondary axis:
      Ubahlah format numbernya ke dalam Custom : General;[White]General;General
      Pastikan backgroundnya transparan, yaitu dengan Format Axis > Font > Background : Transparent
    • Buatlah Plot Area-nya transparan
      Format Plot Area
      • Border: None, Area: None
    • Format Axis Major Gridlines
      • Color: White
    • Ubahlah Patterns Area supaya menyerupai termometer.
      Holder, Patterns Area: Fill Effects > Gradient : Abu-abu
      Mercury, Patterns Area: Fill Effects > Gradient : Merah
      Bulb, Patterns Area: Fill Effects > Gradient : Merah
      Holder, Patterns Area: None
    • Aplikasi Penggunaan:
      Contoh:
      Berikut ini adalah progress produksi harian terhadap target:



















    Untuk mendownload selengkapnya dapat di klik pada link berikut:


    Sumber: Andy Pope

    Selasa, 16 Maret 2010

    Gantt Chart




















    Gantt Chart biasa digunakan untuk menggambarkan schedule dari suatu project. Dengan grafik ini kita bisa mengetahui total waktu yang diperlukan dari suatu project. Masing-masing bar menyatakan waktu yang diperlukan masing-masing tahapan. Dengan adanya visualiasasi grafik ini, kita bisa melihat dan mengidentifikasi overlaping dari masing-masing tahapan.

    Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

    1. Misalkan datanya terdapat pada B2:D10
    2. Insert Chart > Bar > Stacked Bar
      Pilihlah data dari B3:D10
      Horizontal Axis Labels : B3:B10
      Series 1 : C3:C10
      Series 2: D3:D10
    3. Hilangkan Fill Color untuk Series 1 dengan memilih No Fill Color
    4. Hilangkan Legend
    5. Aturlah Horizontal (Value) Axis
      Axis Options:
      Minimum: misalkan 28/12/2009 maka kita ubah dalam bentuk number yaitu: 40175
      Major Unit : 7 menyatakan minggu
      Number > Custom: dd/mm
    6. Tinggal di modifikasi sesuai keinginan
      • Tambahkan Primary Horizontal Gridlines
      • Tambahkan Chart Title
      • Ubah Fill color
    Untuk mendownload selengkapnya dapat di klik pada link berikut:

    Gantt Chart.xls

    Jumat, 12 Maret 2010

    Waterfall Chart

    Waterfall Chart biasa digunakan untuk mengetahui efek dari faktor-faktor penyebab perubahan "initial value". Dari grafik ini bisa diketahu kontribusi masing-masing faktor sampai ke nilai akhir. Kontribusi dari faktor tersebut bisa berupa nilai negatif maupun positif. Jika faktor tersebut bernilai negatif maka akan mengurangi "initial value", begitu juga sebaliknya.

    Berikut ini adalah contoh penggunaan Waterfall Chart:

    Diketahui Target Produksi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga terdapat deviasi antara Target dengan Aktual. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan Target dengan Aktualnya diantaranya : Jumlah Alat, Availability Alat (jam ready for use dari alat), Utilisasi (jam alat tersebut digunakan), dan Produktivitas Alat.









    Dari data tersebut Waterfall Chart-nya adalah sebagai berikut:













    Dari target awal terdapat penambahan nilai (Gain) dari produksi dari jumlah alat sehingga nilainya menjadi naik. Nilai tersebut dikurangi dengan Availability Alat (Loss) karena tidak sesuai dengan target. Begitu seterusnya untuk Utilisasi dan Produktivitas, sehingga didapat nilai Aktual.


    Untuk mengetahui cara membuat chart tersebut bisa didownload pada link berikut:


    Kamis, 04 Maret 2010

    Diagram Pareto

    Vilfredo Pareto, seorang ekonom Itali, menemukan aturan 80/20 dengan melakukan studi akan distribusi kekayaan dari berbagai negara. Ia menyimpulkan bahwa 20% minoritas menguasai 80% kekayaan masyarakat. Aturan ini tetap relevan diterakan pada berbagai bidang termasuk dalam inisiatif pengembangan kualitas : 20% dari kecatatan akan menyebabkan 80% dari masalah.
    Penelitian lebih lanjut oleh Dr. Juran dalam manajemen kualitas menyatakan aturan vital few and trivial many atau 20% dari sesuatu yang bertanggungjawab akan 80% hasil-hasilnya. Aturan ini juga berarti sesuatu yang sedikit (20%) adalah vital dan yang banyak (80%) adalah sepele.

    Contoh, Suatu perusahaan bisnis makanan cepat saji ingin berbenah karena pelanggannya merasa kurang puas. Namun perusahaan itu masih binggung mana yang harus ditangani terlebih dahulu. Berikut ini hasil kuesioner keluhan dari pelanggannya:









    Adapun hasil diagram paretonya:















    Dari diagram pareto terlihat masalah vital yang dihadapi perusahaan tersebut adalah "Rasa tidak standar" yaitu sebesar 30%.

    Berikut ini adalah format excel untuk membuat diagram pareto secara otomatis.